Rempong.net – Sebelum ini cerita hijrahnya transgender Malaysia Safiey Illias menjadi pria normal mendapat perhatian warganet.

Banyak yang mendukung dan memuji tindakannya. Namun, akhir-akhir ini Safiey mendapat cibiran warganet setelah kembali terlihat berpenampilan seperti wanita.

Lain lagi dengan kisah transgender Negeri Jiran lainnya bernama asli Harry Zulkifli ini.

Dia istiqomah dan berhasil hijrah menjadi lelaki tulen. Namun semua harus dijalani dengan berbagai rintangan dan tantangan.

Lantas, bagaimana mantan transgender ini bisa tegar menghadapi cobaan dalam usahanya untuk kembali ke jalan yang benar?

Berikut kisahnya yang cukup menyentuh hati ini.

Zulkifli sekarang telah berusia 26 tahun dan menetap di Kuala Lumpur hampir selama lima tahun.

Mantan transgender ini ingin membagikan kisah hidupnya sebagai seorang transgender yang telah bertobat.

Zulkifli berharap kisahnya ini bisa menyadarkan rekan-rekan seprofesi, terutama yang masih remaja.

“Dulu saya bukan orang yang rajin sholat dan hidup saya penuh dengan maksiat. Sepanjang 23 tahun hidup saya, sholat Jumat saya bisa dihitung. Mungkin kurang dari 10 kali,” kata pria asal Kuching, Serawak ini.

Kata Zulkifli lagi, sholat wajibnya juga sering tidak lengkap lima kali dalam sehari. Namun dia akhirnya bertobat dan ingin kembali ke jati dirinya sebagai pria tulen.

Awalnya segala cara dia lakukan untuk berhijrah, tapi tidak berhasil. Akhirnya dia lari untuk menyendiri. Dia berupaya keras menjaga sholatnya meski dengan perasaan terpaksa.

Tahun pertama setelah berhijrah, Zulkifli masih tidak bisa menjaga sholatnya. Dia juga masih sering berbuat maksiat. Hanya sedikit berkurang jika dibandingkan saat belum berhijrah.

Akibatnya Zulkifli merasa kurang yakin dengan proses hijrahnya itu. Dia masih sering memperlihatkan perangai lamanya.

Tetapi dalam hatinya yang paling dalam, setiap hari Zulkifli benar-benar tergerak untuk berubah.

Dalam keadaan galau, Zulkifli kemudian menarik diri dari lingkungan keluarga dan teman-temannya.

“Jujur saya tidak kuat waktu itu. Dahsyat sekali ujian yang datang dari Allah SWT. Perasaan tidak menentu, hidup terasa sunyi dan didatangi berbagai masalah,” kenang Zulkifli.

“Itu adalah masa-masa tersulit bagi saya,” katanya. Masalah datang bertubi-tubi sampai Zulkifli hilang arah.

Karena tidak kuat, Zulkifli memutuskan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan keluarganya.

Keduanya merupakan satu-satunya tempat untuk mencurahkan kegalauan hatinya. Zulkifli akhirnya menyadari bahwa ujian dahsyat itu adalah cara agar dia tetap menjaga hubungan baik dengan Allah SWT.

“Saya ganti lingkungan pertemanan saya. Saya banyak minta nasihat dari orang-orang yang mengerti agama,” katanya.

Sejak itu Zulkifli merasa dorongan untuk berubah semakin kuat. Akhirnya dia bisa menyelesaikan masalahnya satu per satu.

Dia mulai berhenti minum pil hormon. Zulkifli juga memotong rambutnya pendek.

Selain itu, dia berhenti pergi ke klub dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang agama.

Zulkifli pun berhasil membuang segala ‘hobi’ buruk dari masa lalunya.

“Demi Allah, semua ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Proses untuk berhijrah itu memakan waktu lebih kurang 2 tahun setengah,” kata Zulkifli.

“Nasihat saya sebagai mantan transgender, jangan memaksakan diri untuk berubah secara drastis. Langkah pertama, ganti lingkungan pertemanan untuk sementara waktu,” kata Zulkifli.

Setelah itu, perbanyak muhasabah diri dan minta pertolongan ke Allah satu per satu.

“Memang masa-masa seperti ini terasa sunyi. Tapi kita jadi dekat dengan Allah. Allah tidak akan biarkan kita melalui cobaan sendirian. Allah sebenarnya ingin membimbing hati kita,” jelas Zulkifli.

Dalam masa-masa itu, Allah sebenarnya ingin menghadiahkan kehidupan dan hati yang baru.

Sebenarnya, kata Zulkifli, kalau kita menjaga hubungan baik dengan Allah, Allah akan menyusun kembali hidup kita satu per satu.

Allah akan mempertemukan kita dengan orang-orang hebat dan merapatkan hubungan kita dengan keluarga. Allah akan berikan rejeki dari bermacam-macam sumber.

“Dan yang paling tidak saya sangka, Allah beri dukungan justru melalui teman-teman lama saya,” kata Zulkifli.

Selama ini Zulkifli memang lari dari teman-temannya karena merasa malu dengan proses hijrahnya. Ternyata, mayoritas teman-teman lamanya paham dengan masalah Zulkifli.

“Alhamdulillah hubungan saya dengan mereka masih akrab seperti dulu. Sekarang saya tahu, semua orang berniat berubah untuk menjadi yang lebih baik. Terlintas dalam hati masing-masing dari mereka untuk hijrah. Tetapi mereka tidak tahu cara dan jalannya yang sesuai dengan mereka,” pungkas Zulkifli.

(Sumber: OhBulan.com)

READ MORE

Ketahuan Suka Minum ASI, Pengasuh Bayi di Taiwan Dipecat Majikan

Seorang ibu muda asal Kaohsiung, Taiwan terpaksa memecat pengasuh anak perempuannya karena dianggap melakukan hal gila. Yakni meminum ASI alias air susu ibu. Sejatinya tugas...

Meninggal di Rumah Sakit, Kematian 5 Bayi Ini Memicu Kontroversi

Menangani bayi itu tidak sama dengan menangani orang dewasa. Mereka harus ditangani dengan cepat saat terjadi indikasi atau masalah kesehatan yang signifikan. Penanganan yang terlambat...

Jadi ‘Agen Rahasia’, Pria Indonesia Kuak Sifat Asli Suporter Malaysia

Laga timnas Indonesia vs Malaysia di semifinal SEA Games 2017 akhir pekan lalu berakhir begitu dramatis. Indonesia tumbang sementara timnas Malaysia berhasil masuk ke...

Mengapa Kabin Pesawat Selalu Dingin? Ini Rahasianya

Rempong.net - Kapanpun penerbangan dilakukan, tak peduli iklim maupun lokasi, udara di dalam pesawat terbang selalu dibuat dingin. Ternyata ada suatu alasan amat penting...

Cewek Ini Marah Dapat Kado Rp 137 Juta dari Pacar, Alasannya Bikin Kesal

Pria yang tinggal di Sydney itu, sang kekasih memutuskan hubungan tak lama setelah dia memberikannya kartu ucapan selamat ulang tahun disertai cek senilai Rp 137 juta dan brosur operasi pembesaran payudara.

Komentar Anda