Kalah Taruhan, Buronan Ini Serahkan Diri Dan Traktir Polisi Donat

0
0
© Facebook/Redford Township Police Department

Seorang buronan asal Redford, Amerika Serikat selama sepekan terakhir sedang dicari-cari oleh pihak kepolisian. Laki-laki bernama Michael Martin Zaydel tersebut diduga mengemudi sembari mabuk dan melakukan kekerasan.

Pencarian buronan tersebut telah diberitakan oleh halaman Facebook Redford Township Police Departmen (RTPD) sejak hari Rabu (11/10) lalu.

Tak disangka, beberapa hari setelahnya, Michael meninggalkan sebuah pesan pribadi di halaman kepolisian Redford tersebut. Laki-laki berumur 21 tahun itu bertaruh, kalau berita tentang dirinya berhasil tembus 1000 share dalam sehari, ia akan menyerahkan dirinya secara langsung ke pihak kepolisian. Menyanggupi tantangannya, akun RTPD pun mulai membuat pengumuman resmi.

Kesanggupannya menepati janji tak disangka akan menuai komentar positif dari netizen © Facebook/Redford Township Police Department

Tampaknya, Michael salah perhitungan. Karena tak sampai satu jam, postingan RTPD sudah tembus lebih dari seribu share. Bahkan postingan tersebut tak hanya viral di lingkungan Redford namun seluruh dunia turut membagikannya. Tak ayal, pemilik akun facebook ‘Champagne Torino’ ini harus rela membayar kekalahannya.

Setelah ditunggu-tunggu, tak lama pria tersebut muncul ke kantor kepolisian RTPD pada hari Senin (16/10) lalu. Mengenakan hoodie berwarna abu-abu, ia menepati janjinya membawa satu lusin donat untuk polisi. Tak hanya itu, ia juga membawa bagel untuk petugas yang tak menyukai donat.

Atas hukumannya karena melanggar peraturan mengemudi sembari mabuk, Michael pun dihukum untuk tinggal selama 8 minggu di penjara.

Selain itu, ia juga dikenai sanksi membersihkan lingkungan sekolah seperti apa yang telah ia janjikan. Berita ini mendapat berbagai macam reaksi dari netizen, namun sebagian besar justru tersentuh dengan keberanian anak muda tersebut serta bagaimana dia menepati janjinya.

Kepolisian RTPD sendiri memang dikenal aktif melayani masyarakat setempat melalui halaman Facebooknya. Mereka kerap membaca dan membalas komentar terkait keluhan penduduk sekitar.

“Kita memang mendekatkan diri pada masyarakat melalui cara ini, aku harap dengan sedikit sense of humour bisa membuat efek jera bagi pelanggar hukum,” tutur salah satu petugas bernama Jennifer Mansfield seperti dilansir Newsbeat.

Komentar Anda