taksi terbang
Wujud 'taksi' terbang di Dubai (Reuters)

Istilah kota masa depan agaknya layak disematkan pada Dubai. Setelah diuji coba, tinggal perkara waktu sampai ‘taksi’ terbang beroperasi di Dubai.

Mulai dari gedung pencakar langit tertinggi hingga pulau reklamasi, tidak ada hal yang mustahil untuk Dubai. Dikumpulkan dari berbagai sumber, Sabtu (30/9/2017) yang terbaru Dubai tengah mencoba ‘taksi’ terbang seperti diberitakan media Daily Mail.

Secara teknis, ‘taksi’ terbang merupakan sebuah drone berukuran raksasa yang dikembangkan oleh sebuah perusahaan Jerman bernama Volocopter. Layaknya helikopter mini, Volocopter tersebut memiliki kapasitas dua penumpang disertai 18 baling-baling.

taksi terbang
Volocopter yang berbentuk drone ukuran besar (Reuters)

Berbeda dengan drone, ‘Volocopter tidak dikendalikan oleh remote control. Kendaraan itu pun diketahui bisa terbang dengan durasi 30 menit serta memiliki kecepatan maksimal hingga 100 Km/jam.

Untuk jaga-jaga, Volocopter juga dilengkapi dengan baterai cadangan hingga parasut untuk penumpangnya. Bisa dibilang kalau kendaraan itu adalah masa depan yang akan jadi nyata.

Uji coba kelayakan Volocopter pun sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Tidak tanggung-tanggung, uji coba pun dilakukan langsung di hadapan Pangeran Mahkota Sheikh Hamdan bin Mohammed.

“Kami hanya akan menunjukkannya di depan publik ketika kami dapat menunjukkan kalau Volocopter bisa terbang. Kami menunjukkan fakta, bukan visi masa depan,” ujar Co-founder Volocopter, Alexander Zosel.

Sudah diuji coba di depan Pangeran Mahkota Dubai (Reuters)

Keberadaan Volocopter pun sesuai dengan visi misi dari Pangeran Mahkota Sheikh Hamdan bin Mohammed. Ia berkata, kalau Volocopter dapat berkontribusi pada perkembangan teknologi.

“Memajukan inovasi dan mengadopsi teknologi terbaru yang memberi kontribusi tidak hanya pada pembangunan negara, tapi juga membangun jembatan untuk masa depan,” ujar Sheikh Hamdan.

Mungkin tinggal masalah waktu, sampai Volocopter benar-benar digunakan sebagai ‘taksi’ terbang di Dubai.

READ MORE

Cara Unik Penjaga Warnet di Tebing Tinggi Hentikan Bahasa ‘Kotor’ Anak

Internet memiliki pengaruh baik dan buruk dalam kehidupan masyarakat khususnya anak-anak. Bila tidak dibimbing dengan benar, anak-anak bisa terjerumus dalam hal buruk seperti kejahatan. Maraknya...
video

Kocak! Grup Komedi Malaysia Parodikan Sinetron Indonesia

Sinetron Indonesia seringkali mengundang gelak tawa, bukan lantaran kualitas cerita atau unsur komedinya, melainkan karena banyaknya kekonyolan yang ada di dalamnya. Misalnya saja saat si...

Vokalis Linkin Park Ditemukan Tewas, Diduga Gantung Diri

Vokalis band rock Linkin Park, Chester Bennington ditemukan tewas di rumahnya di Palos Verdes Estates, Kamis 20 Juli 2017. Ia meninggal dunia pada usia...

Biaya Umroh Syahrini dari First Travel Bikin Geleng Kepala

Kasubdit V Direktorat Tindak Pidana Umum Bares Polri, Kombes Dwi Irianto, mengatakan, First Travel mengeluarkan biaya miliaran rupiah untuk memberangkatkan Syahrini dan 11 anggota...

Waspada, Rokok Elektrik Ciptakan Penyakit ‘Berlapis’

Rempong.net - Sebuah penelitian dari University of Connecticut, Amerika Serikat, menguak bukti baru tentang rokok elektrik, yang menyebutnya berpotensi sama berbahayanya seperti rokok tembakau...

Komentar Anda