Kamar makam Putri Hatshepsut, anak dari Raja Firaun bernama Amen Qemu, ditemukan di kawasan pemakaman kuno kerajaan di Dashur, 37 kilometer sebelah selatan Kairo, Mesir.
Kementerian Purbakala Mesir meyakini kamar tersebut berusia 3.700 tahun. Mengutip situs Sputniknews, Jumat, 12 Mei 2017, di dalam makam tersebut, para arkeolog Mesir menemukan sebuah kotak berisi empat tabung kanopi.

Keempatnya masing-masing dipenuhi dengan organ tubuh manusia yang terdiri dari hati, paru-paru, usus dan perut.

Pembungkus mumi juga ditemukan di dalam kotak, namun tidak terpelihara dengan baik dan tubuh Putri Hatshepsut sebenarnya tidak ditemukan.

Ada pun piramida Raja Ameny Qemau sendiri berada sekitar 600 meter dari makam putrinya.
“Kami percaya bahwa makam dan organ-organ tersebut milik Putri Hatshepsut Ameny Qemau. Kami juga menemukan sisa-sisa sarkofagus dan tulisan hieroglif yang memuat nama (Raja Firaun) Ameny Qemau,” bunyi keterangan resmi Kementerian Purbakala Mesir.

Masih misteri

Pada April lalu, para arkeolog menyelidiki reruntuhan piramida tersebut dan menemukan sebuah pahatan yang terdiri dari 10 baris aksara kuno Mesir dengan nama Ameny Qemau.

Tak hanya itu, mereka juga berhasil menemukan sisa-sisa sebuah anthropoid sarcophagus atau makam batu berbentuk seperti tubuh manusia yang sedang berdiri namun bisa dibuka penutupnya.

Kehidupan Ameny Qemau masih relatif diselimuti misteri, sebab baru sedikit hal yang diketahui tentang jati dirinya. Sementara piramida tempat Ameny dikebumikan ditemukan pada 1957, atau sejak dijarah oleh para perampok spesialisasi makam bersejarah.
Dahshur merupakan tempat Raja Sneferu dari Dinasti ke-4 pertama kalinya membangun piramida kuno Mesir dengan sisi-sisinya yang halus dan bukan dengan susunan seperti bertangga.

Lalu, pemerintahan Sneferu diteruskan oleh putranya, Khufu, yang terkenal karena Piramida Besar di Giza dengan ketinggian mencapai 138 meter dan merupakan salah satu kejaiban dunia.

Komentar Anda