Rempong.net – Untuk kesekian kalinya, roket pendukung Bumi Datar buatan Mike Hughes gagal meluncur, untuk meruntuhkan teori bumi bulat. Dalam upaya peluncuran pada 3 Februari 2018, roket tenaga uap besutan Hughes mengalami masalah teknis.

Dalam keterangannya di video pernyataan di YouTube dikutip Selasa 6 Februari 2018, Hughes menyalahkan masalah teknis yang menggagalkan ambisinya tersebut. Dia menjelaskan, perangkat akuator mencegah roket menyala dan lepas landas. Dia juga menduga peluncuran roket tenaga uap buatannya itu gagal karena salah satu pendorongnya meledak.

Dalam siaran langsung peluncuran roket yang dilakukan oleh saluran YouTube MGTV, roket Hughes tak bergerak dari landasan selama 11 menit siaran. Kemudian teknisi mengecek ke dalam mesin roket tersebut. Setelah pengecekan, Hughes menegaskan, roket terpaksa gagal diluncurkan pada upaya kali ini.

Upaya Hughes untuk meruntuhkan teori bumi bulat dengan meluncurkan roket itu makin menambah nasib sialnya.

Pada November tahun lalu, dia juga gagal meluncurkan roket yang mampu melesat 500 mil per jam buatan pribadi, karena Hughes terbentur oleh izin dari otoritas setempat.

Menurut pengakuan Hughes, rencana peluncuran roket untuk meruntuhkan teori bumi bulat itu terdengar oleh otoritas Biro Pengelola Lahan atau Bureau of Land Management (BLM) setempat. Biro ini mengetahui ambisi Hughes itu dari gencarnya pemberitaan daring.

Hughes tercatat bukan pertama kali ini ingin meruntuhkan ide Bumi bulat dengan meluncurkan roket. Pada Januari 2014, Hughes meluncurkan roket buatannya hingga pada ketinggian 418 meter, dari properti privatnya di Winkelman, Arizona, Amerika Serikat. Namun, kala itu misi itu kurang memuaskan. Sebab, begitu roket mendarat, rusak selama tiga hari.

Baca juga : Penganut Bumi Datar Mau Terbangkan Roket, Tapi Gagal

Komentar Anda