Sengketa Lahan, Pemilik Tanah Bangun Tembok Didepan Pintu Masuk Indomaret

Tembok depan indomaret
Pintu masuk indomaret ditutup tembok. Foto: Merdeka.com

Sebuah minimarket yang berada di Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang, Kabupaten Bandung Barat diduga menggunakan lahan warga untuk dijadikan tempat parkir. Pemilik lahan yang geram menutup akses menuju minimarket dengan membangun sebuah pagar tembok.

Tembok batu bata itu dibangun setinggi 1,6 meter dan lebar 6 meter. Di bagian samping kirinya, ada celah kecil yang hanya bisa dilewati satu orang untuk keluar masuk minimarket.

Toni Maryadi selaku pemilik lahan mengaku aksinya dilakukan spontan pada hari Jumat (29/11) lalu karena dirinya tidak terima lahannya digunakan sebagai tempat parkir pengunjung minimarket.

“Pengelola hanya membeli lahan yang sekarang sudah dibangun minimarket. Jadi otomatis, kami keberatan kalau lahan keluarga digunakan untuk tempat parkir pengunjung,” katanya, Senin (4/12).

Bahkan ia menyebut, hingga proses pembangunan minimarket selesai dan dibuka pekan lalu, pihak pengelola tidak pernah meminta izin memanfaatkan lahan untuk parkir.

Pengelola pun ia sebut tidak pernah merespon keluhannya. Tapi setelah ia membangun tembok, perwakilan minimarket datang menawarkan kompensasi.

“Kami tolak karena nilainya tidak sesuai,” tuturnya.

Dirinya bersikukuh tidak akan membongkar tembok pembatas itu sebelum pengelola minimarket membayar kompensasi sesuai dengan yang diminta.

“Ini sudah nyangkut harga diri, karena sebelumnya kita sudah meminta minimarket ditutup sementara, dan kita juga akan menghentikan pendirian benteng. Tapi komitmen itu dilanggar, soalnya minimarket itu tetap beroperasi sampai hari ini,” bebernya.

Kepala Desa Cikole, Jajang Ruhiat menyatakan, pendirian minimarket sudah menempuh prosedur perizinan dari tetangga, pihak RT/RW, desa hingga kecamatan. Dirinya menyesal dengan tindakan pemilik lahan yang membangun benteng di depan minimarket.

“Kalau mau dibenteng, bukannya dari dulu. Saya sudah berusaha memediasi kedua belah pihak yang bersengketa, tapi belum menemui titik temu,” ujar Jajang.

Loading...
BAGIKAN