Cerita ‘Kungfu Soccer’ Persewangi Vs PSBK

0
0

Stadion Kanjuruhan Malang menjadi saksi laga panas ‘play-off khusus’ Liga 2 Indonesia yang mempertemukan PSBK Kota Blitar melawan Persewangi Banyuwangi, Selasa 10 Oktober 2017 lalu. Laga ini menjadi sorotan masyarakat dan menjadi viral di media sosial karena berjalan ricuh.

Kedua tim sama-sama mempertontonkan permainan keras sejak awal laga. Baru hitungan detik, sebuah pelanggaran keras terjadi. Pemain hendak baku hantam. Namun, pertandingan masih bisa dilanjutkan.

Hingga babak pertama usai, pertandingan berakhir imbang, tanpa gol. Tensi agak menurun. Pada babak ke dua, permainan sempat berjalan normal. PSBK berhasil mencetak gol di menit ke-69. Namun, di menit ke-84 pertandingan kembali harus terhenti.

Sebuah insiden terjadi karena pemain Persewangi dilanggar di depan kotak penalti namun wasit tidak memberikan pelanggaran.

Protes dilakukan dengan berlebihan sampai mendorong wasit. Penggawa Persewangi pun kompak melepas baju sehingga laga yang oleh warganet dijuluki ‘Shaolin Soccer Indonesia’ ini terpaksa dihentikan.

PSBK pun pada akhirnya berhasil keluar sebagai pemenang di babak ‘play-off khusus’ kontroversial ini. PSBK menang dengan skor 1-0.

Sejatinya, sejak sebelum laga dimulai, kedua tim sudah saling ‘gemas’, lantaran pentingnya laga tersebut menentukan langkah ke babak play off Liga 2.

Semula, Persewangi telah dinyatakan berhak lolos ke babak play off Liga 2 Grup H, namun PSSI memutuskan menganulir dan mengharuskan Persewangi menjalani babak ‘play off khusus’ melawan PSBK Blitar karena kedua tim mengoleksi poin sama.

Akibat kericuhan ini Komdis PSSI lantas menghukum Persewangi lantaran dinilai tidak sportif. Mereka diberi sanksi denda sebesar Rp100 juta dan dinyatakan kalah dengan skor 3-0. Kini, komdis juga membidik sejumlah pilar PSBK untuk dijatuhi hukuman.

Berikut cuplikan pertandinganya.

Komentar Anda