Pria Asal Probolinggo Sembah Matahari, Begini Ceritanya?

0
1
Ilustrasi

Misnadi Abdullah alias Adi, warga Desa Krobungan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, bikin geger lantaran menyembah matahari. Bahkan dia memaksa putrinya, ND (13) untuk mengikuti keyakinan tersebut.

Informasi yang dihimpun, ND dipaksa untuk ikut ritual menyembah matahari. Jika menolak, perempuan yang masih duduk di bangku SMP itu diancam bakal dibunuh. Karena takut, ND sempat mengikuti ajakan Adi hingga akhirnya dia tak tahan dan lapor polisi.

“Kurang lebih tiga bulan yang lalu, anaknya juga melaporkan saudara ini, karena dipaksa untuk mengikuti ajaran bapaknya, untuk menyembah matahari,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Fadli Samad saat ditemui Polda Jatim, di Surabaya, Jumat (13/10). Dikutip dari Antara.

Adi menggunakan media sosial untuk mengajak orang ikut menyembah matahari. Dia rutin mem-posting tulisan-tulisan mengenai keyakinannya.

Salah satunya adalah saat dia berhasil mengajak ND menyembah matahari. Adi menyambut keberhasilan tersebut dengan kalimat syukur, karena urung mengorbankan sang anak.

Selain itu Adi juga diduga mengubah kalimat syahadat, dengan menambahkan kata matahari sebagai Tuhan yang wajib disembah.

Amalan ibadah yang disebarkan juga berbeda dengan Islam. Dia memerintahkan membaca selawat pagi dan sore sebanyak bilangan tertentu, sambil menghadap matahari.

“Kalau tidak salah tanggal 17 September, dia meng-update beritanya di Facebook untuk mengajak menyembah matahari,” ujar Fadli.

Dalam catatan Kepolisian, Adi ternyata pernah berurusan dengan hukum. Dia kini berstatus buron dalam kasus pencurian dengan kekerasan (curas) dan pengeroyokan.

Polisi bekerja sama dengan operator seluler untuk melacak keberadaan Adi. Selama dalam pelarian, Adi memang sering memperbarui status Facebook-nya.

“Sampai saat ini sudah kita pantau dan monitor. Mudah-mudahan dalam waktu dekat keberadaannya bisa kita temukan,” ujarnya.

Selain itu atas kasus dugaan aliran sesat ini, Polres Probolinggo juga berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan harapan masyarakat tidak terpengaruh dengan ajaran dan ajakan Misnadi.

“Kita sudah koordinasi dengan MUI Probolinggo untuk meng-counter masyarakat supaya tidak ada yang ikut,” pungkasnya.

Komentar Anda