Di China, Hawa Pegunungan Dijual Seharga Rp 30 Ribu per Kantong

0
0
Ladang bisnis baru © Pear Video

Bagi yang tinggal di dataran tinggi, pasti sudah terbiasa akan cuaca yang dingin. Karena minim polusi, hawa di dataran tinggi bisa terjaga kesejukannya. Beberapa kaum urban bahkan sampai merogoh kocek untuk sesekali merasakan sejuknya udara yang masih alami.

Namun, ide dari negara tirai bambu ini agaknya bisa menjadi inspirasi. Beruntunglah kalian yang tinggal di dekat pegunungan atau dataran tinggi. Karena kini kalian bisa membuka ladang usaha baru, yakni menjual hawa pegunungan. Hah, kok bisa?

Menikmati udara yang sejuk agaknya menjadi aktifitas yang terbilang langka di China, terkecuali di dataran tinggi Tibet. Dataran seluas 2,5 juta kilometer persegi ini dijuluki sebagai dataran tinggi terbesar yang letaknya tetinggi di dunia. Tingginya saja berada 4500 di atas permukaan laut.

Baru-baru ini, kakak beradik perempuan asal Xining, Provinsi Qinghai, China baru-baru ini meluncurkan terbosan baru. Mereka membuat situs online yang berisi jual beli hawa pegunungan. Bahkan di halaman situsnya, mereka mencantumkan pilihan udara daerah mana yang akan dibeli, apakah udara gunung atau lembah?

Dilansir dari Shanghaiist, mereka terlihat sedang mengumpulkan udara segar di Taman Xining. Per plastiknya, mereka menjual udara segar tersebut seharga Rp 30 ribu. Saat ini mereka berhasil menjual 100 kantong plastik udara segar. Namun usut punya usut, mereka menjual udara tersebut bukan untuk mencari untung namun agar menarik perhatian agar orang-orang lebih menghargai dan menjaga lingkungan.

Tentu saja, hal ini bukanlah hal yang baru di China. Beberapa waktu yang lalu netizen di China juga dibuat tercekat karena Departemen Kehutanan Xi’an mulai menjual udara segar dari pegunungan Qinling dengan harga 18 yuan per kaleng. Kabarnya, proyek ini pun didanai oleh pemerintah China sebesar 200 ribu yuan.

Komentar Anda