Kisah Dibalik Bukit 100.000 Salib di Eropa

Foto: BBV Travel

Rempong.net – Bayangkan, suatu bukit berisi 100.000 salib. Inilah kisah bukit 100.000 salib dari Lithuania yang paling terkenal di Eropa. Menyimpan kisah yang tak biasa.

Dilansir dari BBC Travel, Rabu (8/11/2017) sekitar 11 km di luar kota Siauliai di utara Lithuania, nampak bukit yang penuh salib. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 100.000 salib!

Dentingan kalung rosario yang tertiup angin seakan menciptakan nuansa tersendiri. Terkenal dengan nama Hill of Crosses ada banyak versi tentang sejarah tempat ini.

“Bukit tersebut menyimpan banyak rahasia,” ujar Vilius Puronas yang merupakan seniman lokal dan sejarawan.

Foto: BBC Travel

“Menurut cerita rakyat, dulu pernah ada sebuah gereja di tempat bukit itu berdiri. Saat badai besar datang, petir menyambar dan mengubur habis gereja tersebut bersama dengan seluruh jamaah yang berada didalamnya. Penduduk setempat percaya, sampai saat ini masih bisa merasakan roh pendeta yang gentayangan di kaki bukit saat matahari terbit. Namun seiring berjalannya waktu, itu seolah menjadi cerita rakyat belaka,” lanjutnya.

Versi lainnya pada tahun 1348, terdapat sebuah kastil kayu yang ditinggali oleh kumpulan warga Samogitian. Namun naas, kastil tersebut kemudian dihancurkan oleh seorang pendeta-tentara dari Jerman. Dari situ, banyak yang percaya bahwa orang- orang Samogitian yang selamat mengubur kawanan mereka di bukit tersebut.

Foto: BBC Travel

Dari banyaknya cerita yang beredar, cerita mengenai seorang anak yang sembuh karena ayahnya menancapkan salib di bukit tersebut adalah yang paling terkenal. Keajaiban inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Pelancong dari seluruh dunia berbondong-bondong datang ke Bukit Salib untuk berdoa dan menaruh harapan mereka pada sebuah salib yang ditancapkan di bukit tersebut. Mereka berharap segala doa dan permintaan mereka akan terkabul.

Namun tidak semua salib yang ditancapkan merupakan harapan dan doa. Adapula yang merupakan simbol duka dan kenangan pada aksi pemberontakan terhadap Uni Soviet di abad ke-19. Dalam usahanya membasmi Kristiani di blok timur, Uni Soviet menghancurkan dan membakar seluruh kayu salib yang ada di bukit.

Foto: BBC Travel

Selain itu, mereka juga memindai seluruh logam dan batu untuk konstruksi. Bagi yang berani membawa salib ke bukit tersebut akan didenda dan dipenjarakan. Namun anehnya, salib yang berada di atas gundukan bukit terus bertambah di tengah malam. Hal ini dipercaya terjadi sebagai aksi pemberontakan dari penindasan terhadap kaum religi. Sekarang, setelah lebih dari seperempat abad dari kejatuhan Uni Soviet, salib di bukit tersebut masih kokoh berdiri.

“Untuk sebagian orang, Bukit Salib merupakan tempat untuk merenung dan berdoa. Sedangkan yang lain merasa bahwa Bukit Salib merupakan simbol dari penolakan dan perlawanan di masa kelam. Sisanya merasa, Bukit Salib sebagai tempat ‘pelarian’ dari rutinitas yang membosankan,” kata Vilius Puronas menutup cerita.

Stop Hoax
BAGIKAN

YOU MIGHT ALSO LIKE

Oppo F5

Beredar Spesifikasi OPPO F5 dan Hasil Jepretan Kamera

Awal November adalah waktu yang dipilih oleh OPPO untuk merilis perangkat terbarunya, F5 di Indonesia. Semakin mendekati hari peluncurannya, semakin banyak detail yang diberikan...

Coba Kabur dari Tagihan Hotel, Pria Ini Malah Tergantung di Udara

Seorang pria di China punya ide yang tak biasa bagaimana untuk kabur guna menghindari tagihan hotel. Ia pun menggunakan kabel telepon untuk menyeberang ke...

Heboh Aksi Pesulap Gadungan Raba Payudara Para Gadis Muda

Rempong.net - Seorang pria muda yang mengaku sebagai pesulap mendatangi sejumlah perempuan muda di Kota Chengdu,China. Ia yang mengaku bernama Chris, meminta izin untuk...

Ponsel Meledak di Saku Celana saat Berkendara, Gini Kondisi Pemiliknya

Seorang pria di India mengaku bahwa ponsel miliknya terbakar di saku celananya. Dilansir reporter Grid.ID dari Shanghaiist, kejadian ini bermula saat korban yang bernama Bhavana...

Telanjangi dan Arak Pasangan Diduga Mesum, Ini Kata Polisi

Beredarnya video massa yang sedang memukuli dan menelanjangi pasangan muda-mudi yang diduga berbuat mesum.