Pag-Pag
Pag-pag asal Manila (planet.merdeka)

Rempong.net – Bekas makanan sisa tentu akan berakhir di tempat sampah, namun di Manila berbeda. Sejumlah orang miskin di Manila memungut bekas makanan sisa untuk kemudian mengolahnya kembali menjadi makanan yang memiliki rasa tersendiri. Makanan berbahan dasar sisa makanan bekas ini diberi nama Pag-pag.

Dikutip dari wikipedia, pag-pag sebenarnya merupakan istilah yang digunakan untuk debu yang melekat pada pakaian atau karpet. Namun, masyarakat Filipina menggunakan kata itu khusus untuk menyebut daging sisa (ayam atau sapi) yang dibuang oleh restoran dan kedai makanan fastfood.

Biasanya para pemburu pag-pag akan bergerak dari jam 4 subuh menuju tempat pembuangan sampah. Pada jam tersebut, para pemilik kedai akan membuang makanan sisa mereka. Para pemburu Pag-pag selama seminggu akan mendapat gaji sebesar US$ 6 (sekitar 80 ribu rupiah), dan mereka akan menjualnya kembali ke penadah sebesar 50 sen (7-8 ribu rupiah) per kantongnya.

Para penadah inilah yang nantinya akan mengolah kembali pag-pag menjadi makanan yang ‘lezat’ dan menjualnya kembali Per porsinya dengan harga 20 sen (2500 rupiah).

Pag-pag
Pag-pag asal Manila

Pag-pag tercipta lantaran masih banyaknya masyarakat dengan ekonomi yang sulit. Hidangan ini kemudian menjadi pengganti dari makanan pokok dari daging yang sulit didapat karena harganya mahal.

Pemerintah setempat sudah mengingatkan jika pag-pag mengandung bakteri Salmonella yang bisa menyebabkan penyakit seperti Hepatitis A dan berbagai penyakit serius lainnya. Meski begitu, makanan ini tetap populer dan mereka yang mengonsumsinya yakin jika pag-pag aman dikonsumsi karena dimasak dengan suhu tinggi. (enk)

KOMENTAR ANDA