Rempong.net – Mengumbar masalah perselingkuhan pasangan di media sosial sepertinya sudah menjadi hal yang lumrah saat ini. Apakah ini cara jitu untuk memberi efek jera pada pelakunya?

Belum lama ini, sempat viral screenshot percakapan antara istri dengan selingkuhan suaminya melalui layanan pesan singkat Whatsapp. Percakapan tersebut diunggah di Facebook, tertanggal 14 Januari, oleh Whuland Sari, yang adalah si istri.

Pelakor
Unggahan Whuland Sari soal percakapannya dengan selingkuhan suaminya yang sempat viral.

“Bukan mau buka aib atau apapun .. tapi cuma mau pesen buat siapapun wanita diluar sana ya mbok kalo mau ngapa2in dipikir dulu.. jangan jadi WANITA BODOH dan ga punya HARGA DIRI.. Udah jadi PELAKOR tapi ujung2nya begini.. ironis sih.. klo kejadiannya begini musti gimana cobaa..” tulis Whuland Sari sebagai keterangan kumpulan foto screenshot tersebut.

Unggahan tersebut memperlihatkan sikap Whuland yang sebenarnya sudah mengikhlaskan suaminya menikah dengan sang pelakor (perebut laki orang). Hanya saja, persoalannya adalah Whuland belum resmi bercerai dari suaminya. Sementara pernikahan pelakor dengan pria tersebut akan berlangsung kurang dari sebulan lagi.

Whuland meminta sang pelakor untuk menunda pernikahannya hingga proses perceraiannya selesai karena ia tidak mau dipoligami. Namun, wanita tersebut menolak lantaran harus cepat menikah mengingat sudah berbadan dua alias hamil.

Baca Juga :   Viral Bayi Tergelatak Lemas di Minimarket

Kasus seperti ini bukan yang pertama. Banyak unggahan serupa yang sempat viral di jagat media sosial. Isinya kurang lebih seputar curhatan istri, suami, atau pacar, yang membongkar perselingkuhan pasangannya.

Mengumbar aib rumah tangga ke ranah publik, seperti media sosial, mungkin bisa memberikan efek jera pada sang pelaku. “Tapi ini sangat bergantung pada nilai-nilai yang dipegang oleh pelaku, dalam hal ini si perempuan yang menjadi perusak hubungan ini,” kata Psikolog Keluarga Ayoe Sutomo kepada Wolipop baru-baru ini.

Namun di sisi lain, ‘memviralkan’ dapat menjadi wadah bagi korban untuk melampiaskan stres. Ayoe mengatakan, stres dan marah karena dikhianati oleh pasangan merupakan bentuk emosi negatif.

“Emosi, apapun itu bentuknya, negatif atau positif, harus tersalurkan. Dan menurut penelitian, emosi negatif lebih urgent untuk diekspresikan. Maka untuk kasus ini, memviralkan bisa menjadi stress-relief, itu benar,” terang Ayoe.

READ MORE

5 Remaja Ini Kaya Raya dengan Cara yang Mengejutkan

Sukses di usia muda tentu menjadi impian bagi banyak orang. Mandiri secara finansial dan mampu membahagiakan orangtua adalah motif utama.Menjadi orang sukses di usia...

Di Klaten, Pesawat Di Sulap Menjadi Bioskop

Di kabupaten Klaten, Jawa Tengah punya destinasi baru lho. Bangkai pesawat yang tak terpakai dijadikan spot baru buat nonton film alias bioskop mini.Letaknya ada...

Wow, Ternyata Ada Sosok Wiro Sableng Muncul di Trailer Deadpool 2

Kejutan lainnya yang dihadirkan yakni munculnya sosok Wiro Sableng pada trailer film terbaru Deadpool 2.

Foto: Lihat Penampilan 9 Putri Kerajaan yang Mirip Putri Disney

Bagaimana jadinya jika para Putri Disney seperti Cinderella benar-benar ada di dunia nyata? Inilah para putri kerajaan di dunia nyata yang seperti Putri Disney.Putri...

Avengers: Infinity War Tayang Lebih Cepat Berkat Robert Downey Jr

Film superhero tersukses yang pernah dikerjakan Marvel Studios. Semula, pihak studio hendak merilis film ini pada 4 Mei 2018, tapi kini akhirnya dimajukan.

KOMENTAR ANDA