Penyidik terus mengusut penuntasan kasus video panas sejoli yang beredar di Samarinda, Kalimantan Timur. A, mahasiswa Yogyakarta jadi tersangka. Diketahui video itu direkam di sebuah hotel tahun 2015 lalu saat sejoli masih berstatus pelajar SMA.

Deretan barang bukti disita polisi antara lain laptop dan ponsel milik tersangka A yang digunakan untuk mencuri video mesum dari ponsel pemeran pria, serta dua ponsel milik teman A, yang ikut menerima kiriman video itu.

“Dua teman dari tersangka ini statusnya kita masih kita jadikan saksi, ada di Yogya” kata Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda Ipda Noval Forestriawan kepada merdeka.com, Jumat (3/11).

Bagi A, RA (pria dalam video mesum) bukan orang baru. RA memang menjadi sahabat sejak sekolah di Samarinda. Bahkan pertemanan berlanjut hingga kuliah di Yogyakarta. “A ini, asal Samarinda, kuliah di Yogya. Jadi memang teman baik. Tidak ada masalah dalam pertemanan keduanya,” ungkap Noval.

Lantas bagaimana dengan RA, apakah polisi akan menjeratnya juga dengan sanksi hukum? “Terkait status terlapor ini, masih saksi. Apakah akan dijerat dengan pasal-pasal, masih kita kaji apakah memenuhi unsur atau tidak. Kita sekarang masih fokus soal penyebarluasan video ini,” terang Noval.

Kasus video mesum sejoli itu tersebar sejak 23 Oktober 2017, dan dilaporkan di hari yang sama oleh orang tua terduga pemeran wanita dalam video.

A jadi tersangka, lantaran dia mencuri video itu dari ponsel pemeran pria, RA. A yang kuliah di Yogyakarta, dijemput di indekos. Personel Jatanras Satreskrim Polresta Samarinda, sempat memeriksa A di Polres Sleman, hingga sekarang meringkuk di sel penjara Polresta Samarinda.

Komentar Anda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here