Kondisi pendidikan di tanah air memang sangat memprihatinkan khususnya yang terjadi di pedesaan. Siswi SMP Miftahul Falah Gandrungmangu Cilacap kelas IX, Laela Mutmainah bercerita lokasi sekolahnya berada di pelosok desa dan jauh dari keramaian. Tiap hari ia harus menempuh perjalanan kaki sejauh 5 km dari rumahnya ke sekolah. Laela juga berkata harus melewati jalan yang becek dan berlubang.

“Harapan kami adalah semoga sekolahanku menjadi lebih maju layaknya seperti sekolahan yang berada di keramaian,” tulisnya dalam sepucuk surat buat Presiden Joko Widodo dalam kegiatan menulis kreatif di sekolahnya, Sabtu (15/10).

SMP Miftahul Falah sendiri merupakan sekolah rintisan di ujung utara-barat kecamatan Gandrungmangu. Infrastruktur sekolah jauh dari kata ideal, lapangan berbagi dengan rumpun bambu. Berdekatan dengan jembatan Karanganyar yang rawan ambrol dan kerap alami banjir saat sungai yang berlokasi 5 meter dari sekolah meluap karena hujan.

Kondisi sekolah, masih di dalam surat Laela, sempit dan atap bocor sehingga membuatnya agak terganggu. Ia juga menulis sekolah tidak memiliki lapangan yang luas sehingga saat upacara dilakukan ala kadarnya. Ia berharap sekolahnya menjadi lebih maju layaknya sekolahan yang berada di keramaian.

“Selalu mendapat omongan yang tidak enak dari warga membuatku agak minder,” tulisnya.

Siswi SMP Miftahul Falah Gandrungmangu Cilacap kelas IX, Reni Triyana juga mengungkapkan kesedihan yang sama dalam surat yang ia tulis buat Presiden Joko Widowo. Reni bercerita ia harus berjalan kurang lebih 6 km dari tempat tinggalnya di Dusun Sindeh, Desa Wringinharjo, Kecamatan Gandrungmangu ke sekolahnya. Ia juga bercerita keadaan di desanya becek apalagi saat musin penghujan tiba.

“Saya anak ke 10 dari 10 bersaudara. Kecuali hari libur, saya harus menempuh perjalanan 6 km dengan berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan sebaliknya,” curhat Reni dalam sepucuk suratnya.

Ia juga menulis harapan sekolahnya punya fasilitas yang lengkap. Reni merinci ia berharap sekolahnya memiliki lapangan, kamar mandi, kelasnya diperlebar dan punya papan tulis putih.

“Gitu aja ya. Bye,” tulis Reni menutup suratnya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Muttaqin Subroto mengatakan kegiatan menulis surat ditujukan agar siswa bisa memaknai lingkungan sekitarnya dan perasaan-perasaan mereka lewat tulis menulis. Kegiatan ini diikuti oleh 5 sekolah di wilayah Cilacap Barat mulai dari kecamatan Gangdrungmangu, Karang Pucung, Sidareja, Cipari dan Kedungreja.

“Ini bagian dari kegiatan bulan bahasa yang jatuh di bulan Oktober ini. Saya juga tak menyangka siswa banyak bercerita tentang keadaan jalanan di sebagian wilayah cilacap yang becek dan fasilitas sekolah yang apa adanya. Setidaknya kegiatan ini melatih siswa agar bersikap kritis sejak dini dan tak takut mengutarakan pendapat,” ujarnya seperti dikutip dari merdeka.com, Minggu (15/10/2017).

READ MORE

Hanya Dengan Eskrim, Pria ini Turun 14 KG

Rempong.net - Menurut orang awam mungkin diet berarti tidak boleh makan makanan yang disukai. Mengapa demikian? Sebab makanan yang disukai pada umumnya mengandung lemak,...

Wow! Ini 5 Fakta Mengejutkan Lembah Baliem di Papua Barat

Lembah Baliem merupakan lembah di pegunungan Jayawijaya. Lembah Baliem berada di ketinggian 1600 meter dari permukaan laut yang dikelilingi pegunungan dengan pemandangannya yang indah...

Viral Foto Daniel Daryan, Paspampres Tampan Saat Pernikahan Kahiyang

Beberapa tamu lainnya justru terpukau akan ketampanan salah seorang Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) yang sedang bertugas

Gak Cuma Buat Berkembangbiakan, Ini 7 Manfaat Lain Sperma

Rempong.net - Hakikatnya sperma dan cairan semen adalah cairan yang dihasilkan tubuh untuk proses perkembangbiakan. Fungsinya adalah membuahi sel telur agar bisa membelah diri...

Terjun ke Politik, Charly Masih Tetap Berkarya di Setia Band

Meski terjun ke dunia politik, dia menyatakan tak akan keluar dari grup bandnya.

Komentar Anda