Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjantuhkan sanksi teguran pada empat stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, Global TV, MNC, dan i-News. Keempat stasiun televisi ini dinilai melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 & SPS) pada siaran ‘Iklan Partai Perindo’.

” KPI menilai, penayangan Iklan Partai Perindo merupakan pelanggaran atas perlindungan kepentingan publik,” kata Komisioner KPI Pusat Koordinator bidang Pengawasan Isi Siaran, Hardly Stefano, dalam keterangan tertulis di laman kpi.go.id, sebagaimana dikutip Dream, Jumat, 12 Mei 2017.

Siaran ‘Iklan Partai Perindo’ menurut Hardly telah melanggar pasal 11 P3 KPI tahun 2012 serta pasal 11 ayat (1) SPS KPI tahun 2012. Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam P3 & SPS, maka KPI Pusat memberikan sanksi administratif teguran tertulis.

Menurut Hardly, merujuk Pasal 36 ayat (4) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, lembaga penyiaran wajib menjaga netralitas dan tak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu. KPI memerintahkan pada keempat stasiun televisi tersebut, untuk menghentikan siaran ‘Iklan Partai Perindo’.

Hardley mengingatkan empat televisi itu agar tak mengulangi penyiaran iklan partai politik. Sebab, jika masih dilanjutkan, KPI akan memberikan meningkatan sanksi sesuai pasal 75 ayat (2) SPS KPI tahun 2012.

“ Jika masih terjadi pengulangan pelanggaran, KPI telah siap dengan langkah rekomendasi pencabutan izin penyelenggaraan penyiaran kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika,” ujar Hardly.

Komentar Anda