Rempong.net – Thailand memang terkenal dengan penduduknya yang gemar merombak bentuk tubuh agar terlihat sempurna, mulai dari operasi plastik, merubah warna kulit bahkan mengganti kelaminpun lumrah di negara tersebut.

Baru-baru ini warga Internet dibuat heboh dengan tren yang dilakukan pria Thailand.

Mengutip dari France24, Rabu 24 Januari 2017, pria Thailand yang notabene berkulit sawo matang mengubah warna kulitnya menjadi putih bahkan hingga ke kulit kemaluannya.

Sebuah rumah sakit di Bangkok yang telah menarik setidaknya 100 pria dalam sebulan untuk layanan memutihkan penis.

Hal itu juga telah menimbulkan kegemparan pengguna media sosial di Thailand, mereka bingung dan khawatir dengan mode phallic tersebut.

Lelux Hospital, yang terkenal dengan keahlian pemutih tubuhnya di negara yang terobsesi dengan warna kulit tersebut, mulai menawarkan perawatan yang tidak konvensional enam bulan yang lalu.

Mereka berani melakukan prosedur ini setelah seorang pria mengeluhkan “bagian gelap” pada selangkangannya.

“Hari ini banyak orang bertanya tentang hal itu. Kami mendapatkan sekitar 100 klien sebulan, tiga sampai empat klien sehari,” ujar Bunthita Wattanasiri, seorang manajer departemen Skin and Laser di Lelax Hospital.

Prosedur tersebut menggunakan laser whitening, mendapat banyak perhatian di televisi Thailand dan media sosial, setelah rumah sakit tersebut merilis gambar seorang pria yang menjalani perawatan tersebut.

“Kita harus berhati-hati karena ini adalah bagian tubuh yang sensitif, sebagian besar klien berusia antara 22 hingga 55 tahun dan banyak dari komunitas LGBT Thailand,” kata Bunthita menambahkan.

Rumah sakit yang sama pernah menimbulkan kontroversi tahun lalu karena menggembar-gemborkan perawatan kecantikan yang disebut “Vagina 3D” di mana lemak tubuh pelanggan digunakan untuk membuat alat kelamin lebih montok.

Biaya layanan pemutihan kelamin itu sekitar $ 650 untuk lima sesi, atau sekitar Rp 8,6 juta.

“Saya pikir ini pasar yang bagus, jadi kami menawarkan perawatan tubuh tertinggi kepada klien kami, baik pria maupun wanita,” tambah Bunthita.

Memiliki kulit putih memang menjadi idaman para wanita dan pria di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia.

Namun, hal ini sangat dicari di Thailand, di mana iklan memutihkan kulit telah menyebabkan kemarahan dan tuduhan rasisme.

“Obsesinya, orang saat ini tidak perlu memiliki warna kulit asli mereka sendiri,” kata seorang pengguna Facebook.

Pengguna lain berkomentar, “Ya Tuhan, apa yang terjadi pada dunia ini?”

Yang lain mendapat respons yang lebih ringan, menulis “mengapa tidak?”

Terlepas dari pro dan kontra, apakah Anda akan mengikuti tren ini agar lebih percaya diri?

READ MORE

Menyibak Makna Tradisi Sungkeman di Indonesia

Sungkeman biasanya dilakukan saat perayaan Idul Fitri atau ketika pernikahan, terutama bagi masyarakat keturunan Jawa. Nah sebenarnya, seperti apa sih tradisi yang berurat akar...

Ini Beberapa Tanggapan Media Asing Tentang Ahok Cabut Banding

Rempong.net - Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kembali menjadi bahan perbincangan media-media internasional. Pasalnya, keputusan pencabutan banding yang dilakukannya memang cukup...

Ini Kata Quraish Shihab Soal Bumi Datar, Wajib Baca

Kata Quraish Shihab Soal Bumi Datar ia meluruskan pemaknaan soal bumi itu datar. Di dalam Alquran, ayat yang menunjukkan bumi itu datar yakni terkait dengan bumi dihamparkan oleh Allah.

Cara Jokowi Promosi Asian Games Melalui Jaket Kekinian

Bentuk promosi yang dilakukan oleh Jokowi kali ini terlihat unik dan menarik. Ia mengenakan jaket berwarna hitam dengan ilustrasi sebuah gambar para atlet.

Polisi Cari Penyebar Hoaks Berbuntut Rusuh di YLBHI

Polisi masih menelusuri jejak penyebar hoaks atau kabar bohong yang mengawali kerusuhan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, Jalan Diponegoro, Menteng,...

Komentar Anda